Difteri Merebak, Orang Dewasa Juga Penting Divaksin

Vaksin difterinya sebaiknya diberikan tiap 10 tahun sekali.

Mutia Nugraheni
| 14 Desember 2017 17:48

Dream - Penyakit Difteri kembali mewabah di Indonesia. Dari data Kementerian Kesehatan hingga November 2017, penyakit yang disebabkan bakteri corynebacterium ini sudah menelan 32 korban jiwa.

Difteri memang termasuk penyakit yang mudah menular, tapi sudah ada vaksin untuk pencegahannya. Vaksin difteri sebenarnya merupakan program vaksin wajib dan gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah sejak 1970 untuk bayi dan anak-anak yang berusia kurang dari 19 tahun.

Sayangnya, program cakupan vaksin tak berjalan dengan baik. Beberapa tahun belakangan banyak kalangan yang menolak vaksin dengan berbagai alasan, mulai dari haram hingga menganggap vaksin bisa memicu autisme.

Setelah bertahun-tahun difteri tak ada lagi di Indonesia, pada 2017 ini penyakit tersebut kembali muncul bahkan hingga menyebabkan kematian.

Vaksin memang jadi satu-satunya cara paling ampuh untuk menangkal difteri. Seperti dikutip dari Mediskus, tingkat keberhasilan vaksin terhadap penyakit difteri, pertusis dan tetanus apabila diberikan secara lengkap dan berulang mencapai 90%.

Untuk vaksin difteri sendiri memang tingkat efektivitasnya jauh lebih baik jika diberikan sat masih dibawah usia 1 tahun lalu diulang ketika usia remaja. Lalu bagaimana dengan orang dewasa? Mereka yang belum pernah mendapat vaksin difteri sama sekali sangat dianjurkan untuk mendapat vaksin.

Sebelum mendapat vaksin, terlebih dulu bisa berkonsultasi dengan dokter baik di Puskemas sekitar rumah, RS pemerintah, klinik khusus vaksinasi atau rumah sakit besar. Pemeriksaan dasar akan dilakukan, jika cukup baik, vaksin bisa langsung disuntikkan

Vaksin difteri yang diberikan yaitu vaksin jenis Tdap untuk usia di atas 19 tahun yang mengandung mikroorganisme yang sudah mati. Vaksin Tdap, seperti dikutip dari AloDokter, memang sangat direkomendasikan untuk bagi mereka yang belum pernah mendapat vaksinasi difteri saat kanak-kanak.

Vaksin Tdap juga penting didapatkan orang dewasa yang bekerja di Rumah Sakit, daerah konflik dan rawan penyakit, ibu hamil yang memasuki usia kandungan 27 hingga 36 minggu, dan yang mengasuh bayi di bawah usia 1 tahun.

Untuk orang dewasa yang sudah mendapat vaksin difteri saat kecil, juga bisa melakukan vaksin ulang atau biasa disebut booster. Vaksin Tdap hanya diberikan sekali seumur hidup, namun disarankan untuk menyuntikkan vaksin penguat tiap 10 tahun sekali untuk mencegah difteri dan tetanus.

Sumber: Kementerian Kesehatan/ Mediskus/ Alo Dokter

Selanjutnya :

Gratis! Segara Vaksin Difteri Si Kecil di Puskesmas

BERANI BERUBAH: Lepas Gengsi, Jemput Rezeki

Jangan Lewatkan