Cerita Miris Dokter Tangani Bayi Sekarat di Pengungsian Lombok

Bayi tersebut mengalami kejang berulang hingga henti napas.

Mutia
| 12 September 2018 16:13

Dream - Gempa bumi yang terjadi secara beruntun di Lombok, Nusa Tenggara Barat membuat kondisi kesehatan ibu hamil dan bayi cukup mengkhawatirkan. Rumah-rumah banyak yang hancur sehingga ibu dan bayi harus tinggal di pengungsian dengan fasilitas yang sangat minim.

Sebuah cerita miris soal kasus bayi baru lahir di Lombok diceritakan dr. Yogi Prawira SpA (K) di akun Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Seorang bayi yang baru berusia 4 hari datang ke RS Lapangan Lombok Utara. Bayi tersebut mengalami kejang berulang hingga henti napas.

Salah seorang dokter anak, dr. Fadil Rulian, Sp.A menanganinya di IGD. Dari pemeriksaan diketahui tali pusat bayi berbau busuk, dengan bercak-bercak kehitaman.

" Oleh sang nenek, tali pusat diberi ramuan sirih. Lokasi pengungsian pun berdekatan dengan kandang hewan. Status imunisasi ibu tidak diketahui," tulis dr Yogi.

Selanjutnya :

Ambulans Tak Diberi Jalan Lapang

Bayar Tiket Bus Pakai Sampah Plastik di Surabaya

Jangan Lewatkan