Cerita Cincin ASI dr. Benatha Bikin Semangat Pejuang ASI

Benatha memilih untuk tetap memberikan ASI meski usaha dan biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih besar.

Mutia Nugraheni
| 25 Juli 2018 14:03

Dream - Benatha Hardhani, seorang ibu yang tak pernah menyerah untuk putra semata wayangnya, Muhammad Harsya Danendra. Sang putra memiliki penyakit langka yang disebut DiGeorge Syndrome.

Penyakit tersebut merupakan kondisi dimana seorang anak memiliki kumpulan dari beberapa kelainan bawaan lahir. Anak dengan DiGeorge Syndrome kehilangan kromosom 22q.11.2, yang menyebabkan munculnya beberapa kelainan bawaan lahir, seperti kelainan jantung, disfungsi kelenjar timus, langit-langit sumbing, masalah kesehatan mental dan masih banyak lagi.

Kondisi Harsya itu membuatnya tak bisa menyusu dengan mudah pada sang ibu setelah lahir. Bena yang berprofesi sebagai dokter juga harus berusaha keras untuk menyusui Harsya.

Setelah lahir, Harsya menjalani operasi jantung besar. Pemulihannya membutuhkan waktu lama. Dalam masa tersebut, Benatha memilih untuk tetap memberikan ASI meski usaha dan biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih besar dibandingkan jika ia memberi susu formula.

 

A post shared by dr. Benatha Hardani (@benathardani) on

"Saya mantap untuk terus memberikan ASI dengan konsekuensi saya harus melakukan EPING (exclusive pumping) karena Harsya mengalami gangguan menelan dan menggunakan selang NGT untuk minum (tidak bisa per oral), lalu setiap bulan saya harus merogoh kocek puluhan juta rupiah untuk melengkapi ASI tersebut," tulis dr. Benatha di akun Instagramnya.

Bena pun mengabadikan perjuangannya untuk memberi ASI pada Harsya dalam sebuah cincin yang sangat cantik. Ia mengungkap pernah ingin menyerah saat menyusui Harsya tapi akhirnya selama 6 bulan, Bena berhasil memberikan ASI eksklusif.

"Saya sadar, tidak ada sufor apapun di dunia ini yang dapat menggantikan manfaat ASI. Alhamdulillah saya dapat memberikan Harsya ASI eksklusif hingga usia 6 bulan dan dengan pendamping hingga 1 tahun. Karena untuk kami, memberikan ASI bukan pilihan mudah, bukan pula pilihan yang murah. Namun tetap harus diperjuangkan," ungkap Benatha.

Sebuah cincin berisi ASI dan rambut Harsya saat masih bayi, dikemas sangat manis, sebagai kenangan perjuangan Benatha. Baginya, cincin tersebut merupakan perhiasan paling berharga sedunia.

Salut, mama Benatha! Sangat inspiratif, terutama untuk para ibu yang juga sedang berjuang memberikan ASI pada buah hatinya.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie

Jangan Lewatkan