Cerita Bayi Tabung yang Lahir di Surabaya, Ternyata 'Berusia' 6 Tahun

Bayi tersebut lahir dengan sehat setelah disimpan selama 6 tahun.

Mutia Nugraheni
| 18 November 2021 14:07

4. Risiko komplikasi kehamilan atau kelahiran

Memiliki lebih dari satu embrio yang ditanamkan selama IVF meningkatkan peluang untuk hamil kembar dua atau bahkan lebih. Hal ini efeknya adalah risiko persalinan prematur dan berat badan lahir rendah.

Untuk mengurangi risiko itu, dr. Diaz merekomendasikan untuk melakukan skrining genetik pada embrio dan kemudian hanya memindahkan satu embrio ke rahim. Bayi yang lahir dari IVF juga memiliki risiko cacat lahir sekitar 1-2 persen lebih tinggi dibandingkan pada populasi umum.

5. Tidak menjamin hamil
Sayangnya, IVF tidak berhasil untuk semua orang. Beberapa orang bisa hamil dalam sekali percobaan, sedangkan yang lain perlu mengulangi prosesnya hingga satu atau dua kali, dan beberapa pasangan bahkan tidak berhasil setelah beberapa kali percobaan.

Menurut data nasional terbaru dari Society for Assisted Reproductive Technology (SART), tingkat keberhasilan bayi tabung untuk wanita yang menggunakan sel telur sendiri adalah 48 persen untuk wanita di bawah usia 35 dan turun menjadi hanya 3 persen untuk wanita di atas usia 42 tahun.

Punya pertanyaan seputar kesuburan? Isi saja formulir ini, nantinya para dokter pakar kesuburan akan menjawab pertanyaan kamu di Instagram @Dreamcoid


Laporan: Yuni Puspita Dewi/ Sumber: Parents

10 Artis dengan Umur Pernikahan Tersingkat

Jangan Lewatkan