Cerita Bayi Tabung yang Lahir di Surabaya, Ternyata 'Berusia' 6 Tahun

Bayi tersebut lahir dengan sehat setelah disimpan selama 6 tahun.

Mutia Nugraheni
| 18 November 2021 14:07

2. Kontrol gula darah dan tekanan darah

Penting untuk memeriksa kesehatan calon ibu dan ayah sebelum menjalani program. Memiliki berat badan yang sehat, membatasi asupan alkohol, berhenti merokok atau penggunaan zat lainnya akan sangat membantu untuk meningkatkan tingkat keberhasilan IVF. Selain itu, cobalah untuk mengontrol tekanan darah dan gula darah tetap normal selama program.

3. Efek samping
Obat selama program IVF membuat hormon ibu 'dipompa', hal ini akan embuat kondisi psikis jadi lebih emosional dan sensitif. Menurut David Diaz, MD, ahli endokrinologi reproduksi dan ahli kesuburan, akan ada efek samping saat program IVF seperti kram atau kembung di daerah panggul, nyeri payudara, dan ketidaknyamanan akibat suntikan kesuburan.

Dalam beberapa kasus, bahkan IVF dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS), yang terjadi ketika obat kesuburan menyebabkan wanita menghasilkan terlalu banyak sel telur. Gejalanya dapat berupa penambahan berat badan, nyeri hebat atau pembengkakan di perut, pusing, sesak napas, mual, dan muntah.

 

Selanjutnya :

4. Risiko komplikasi kehamilan atau kelahiran

10 Artis dengan Umur Pernikahan Tersingkat

Jangan Lewatkan