Cegah Masalah Pernapasan Anak dengan Aplikasi Udara

Polutan jenis PM 2,5 bisa langsung masuk ke paru-paru. Sangat berbahaya.

Mutia Nugraheni
| 14 Februari 2017 20:00

Dream - Organisasi lingkungan Greenpeace membuat aplikasi khusus pemantau kualitas udara. Dengan aplikasi ini siapapun bisa tahu kualitas udara di kota-kota besar hanya dengan menggunakan ponsel. Aplikasi ini diberi nama " Udara Kita" .

" Saat ini, Jakarta dan sudah berada dalam kondisi polusi udara yang crowded . Kita tahu, di Jakarta itu kan macet terus ya. Jadi , semakin macet semakin banyak juga PM2,5 (polusi udara)
yang kita hirup," kata Budi Haryanto kepala riset iklim Universitas Indonesia (UI), di Cikini, Jakarta Pusat, 14 Februari 2017.

Dengan aplikasi ini, kita bisa tahu kualitas udara bukan hanya di Jakarta tapi juga di beberapa kota besar lainnya, seperti Bandung. Termasuk kota Riau, yang sering mengalami bencana
asap.

Asap polusi yang tinggi bisa mendatangkan sederet masalah kesehatan. Terutama pada anak-anak dan ibu menyusui. Dari aplikasi tersebut bisa diketahui paparan PM 2,5 di udara yang
merupakan polutan paling berbahaya.

" Efek dari PM 2,5 ini cukup berbahaya mulai dari penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA), kanker dan jantung, karena partikel PM 2,5 bisa langsung masuk ke dalam paru-paru. Tentu
hal ini sangat tidak baik bagi tumbuh kembang anak dan juga ibu menyusui," kata Budi.

Ratu Anandita, seorang presenter dan juga aktivis lingkungan juga hadir dalam peluncuran aplikasi ini . Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan masker saat ke luar rumah.

" Masker ini berfungsi sebagai filter sebelum udara masuk ke dalam paru-paru. Namun yang dimaksud masker di sini bukan masker biasa lho, melainkan masker N95. Karena masker biasa
yang kita pakai tidak mampu menyaring polusi udara yang masuk," katanya.

Dengan melihat aplikasi, pencegahan dan persiapan bisa dilakukan. Terutama pada anak dan ibu menyusui, yaitu dengan menggunakan masker dengan filter yang baik. Hal ini untuk meminimalisir efek polusi udara pada tubuh.

Laporan: Awalendi Ema

 

 

 

BERANI BERUBAH: Pulang Kampung Jadi Juragan Sapi - Berani Berubah

Jangan Lewatkan