Cegah Buta Aksara, Kemdikbud Bakal Kejar Ketertinggalan

Situasi pandemi meningkatkan risiko bertambahnya buta aksara dan anak putus sekolah.

Mutia Nugraheni
| 5 September 2020 10:20

Dream - Kondisi pandemi Covid-19 membuat anak-anak di Indonesia harus menyesuaikan cara belajar jarak jauh hanya dalam waktu singkat. Hal ini mengkhawatirkan banyak pihak, kualitas pendidikan terutama bakal bertambahnya angka buta aksara pada generasi mendatang.

Dalam webinar yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2020 pada Jumat, 4 September 2020, Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri memberikan penjelasan. Menurutnya, memang ada kecenderungan para orangtua untuk tidak mendaftarkan anaknya ke dalam institusi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) karena pandemi.

Hal ini bisa berdampak pada tertinggalnya kemampuan literasi anak. Kajian pun akan dilakukan Kemdikbud demi mencegah kenaikan angka buta aksara di Indonesia.

" Soal pandemi bakal memunculkan buta aksara baru, masih berupa pernyataan saja belum berdasarkan data riil. Dari Dapodik (Data pokok pendidikan), kami akan melihat data apakah terjadi penurunan. Kita akan mengkaji agar bisa mengejar ketertinggalan materi dengan baik," kta Jumeri.

 

Selanjutnya :

Membiasakan Sistem Belajar yang Baru

Topik Terkait :

Suami Dilantik, Chacha Frederica Sah Jadi Ibu Bupati

Jangan Lewatkan