Cara Meminimalisir Trauma Pada Anak di Daerah Bencana

Masalah psikis dan psikologis mengancam anak-anak yang berada di pengungsian atau daerah bencana.

Mutia
| 9 Oktober 2018 14:11

Dream - Kondisi anak-anak di Palu dan Donggala sampai saat ini masih sangat mengkhawatirkan. Banyak dari mereka yang kehilangan orangtuanya, ada yang terpisah jauh, bahkan tak mengetahui keberadaan orangtuanya.

Terbiasa tinggal bersama orangtua di rumah, namun kini mereka tinggal berdesakan di pengungsian bersama banyak orang. Belum lagi merasakan trauma mendalam setelah mengalami gempa dan tsunami yang begitu dahsyat.

Masalah psikis dan psikologis mengancam anak-anak yang berada di pengungsian atau daerah bencana. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan beberapa hal yang bisa dilakukan demi mengurangi dan meminimalisir trauma pada anak di area bencana.

- Berikan kesempatan bagi anak untuk bertanya mengenai situasi dan kondisi yang terjadi saat bencana. Jangan segan memberi penjelasan terkait apa yang terjadi namun sampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak

- Berikan kenyamanan pada anak bisa dengan memeluk saat anak merasa takut. Bisa juga membuat nyanyian atau yel- yel penyemangat agar anak kembali bersemangat.

- Sediakan mainan atau barang-barang yang disukai anak. Mereka sangat butuh aktivitas yang menyenangkan meskipun dengan alat terbatas.

- Penting untuk menyediakan area khusus anak-anak yang terpisah atau tak diketahui orangtuanya. Para tetangga serta orang-orang disekitar bisa menjadi pengasuh anak-anak untuk memberi mereka rasa nyaman dan tenang sampai orangtuanya ditemukan.

- Ajak anak berinteraksi dengan teman-temannya. Bisa dengan bermain atau pada anak yang lebih besar dilibatkan untuk membantu. Aktivitas yang seru sangat dibutuhkan untuk mengalihkan kesedihannya.

Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia

Kronologi Roro Fitria Tak Bisa Antar Jenazah Ibunda

Jangan Lewatkan