Buah Hati Sangat Sulit Tidur? Kenali Pemicu Utamanya

Cari tahu alasan anak-anak mengalami masalah tidur.

Mutia Nugraheni
| 8 Juli 2020 12:04

Psikologis

Aspek psikologis terkait masalah tidur pada anak melibatkan dua bagian: bagaimana anak-anak bertindak dan merasakan, dan bagaimana anak-anak dan orangtua berinteraksi satu sama lain.

"Kami menemukan enam alasan psikologis anak-anak mengembangkan masalah tidur: tiga berkaitan dengan bagaimana anak-anak bertindak dan merasa, dan tiga berkaitan dengan interaksi keluarga," ungkap Newton.

Pertama, kita tahu bahwa anak-anak yang memiliki masalah tidur di awal kehidupan cenderung terus mengalami masalah tidur di masa kanak-kanak — kecuali perubahan terjadi.

Anak-anak dengan masalah kesehatan mental cenderung memiliki lebih banyak masalah tidur, bahkan jika tidak ada diagnosis. Ada dua kelompok masalah yang terkait dengan masalah tidur yaitu masalah internalisasi (seperti kecemasan dan depresi) dan masalah eksternalisasi (masalah dengan mengikuti aturan dan fokus).

Masalah internalisasi dapat mempersulit anak-anak untuk tenang dan tertidur, karena tingkat stres yang lebih tinggi. Masalah eksternalisasi dapat membuat aturan dan rutinitas menjadi lebih sulit untuk diikuti anak-anak, yang kemudian membuat sulit untuk tidur.

Bagaimana anak-anak dan orang tua mereka berinteraksi juga penting. Pada malam hari, orangtua yang tidur bersama anak mereka sampai mereka telelap cenderung memiliki anak dengan masalah tidur. Orangtua menjadi isyarat agar anak tertidur. Jadi, ketika seorang anak bangun di tengah malam dan ibu atau ayah tidak ada di sana, sulit untuk tertidur kembali.

Pada siang hari, orangtua yang memiliki aturan tidak konsisten di rumah, yang tidak memaksakan batasan pada anak-anak mereka atau yang bereaksi sangat kuat terhadap halangan kecil cenderung memiliki anak dengan masalah tidur yang lebih banyak. Orangtua yang bertindak dengan cara ini mungkin mengalami kesulitan menjaga anak mereka pada rutinitas tidur yang sama dari malam-ke-malam dan memiliki anak yang memiliki lebih banyak stres pada waktu tidur, membuatnya lebih sulit untuk tertidur.

Konsistensi juga penting di malam hari. Anak-anak dengan rutinitas tidur yang konsisten cenderung memiliki lebih sedikit masalah tidur daripada anak-anak dengan rutinitas yang tidak konsisten. Rutinitas tidur yang konsisten membantu anak-anak merasa aman, tenang, dan siap untuk tertidur.

 

Selanjutnya :

Lingkungan

Ini Kondisi Makam Kasino Warkop DKI Setelah 24 Tahun Meninggal

Jangan Lewatkan