Bocah di China Tak Bisa Main Game Online Saat Malam, Kena Block Face Recognation

Aturan ini karena banyak anak main game online hingga tengah malam dan pagi buta.

Mutia Nugraheni
| 12 Juli 2021 14:04

Dream - Anak-anak terutama di masa pandemi mencari hiburan melalui game di gadget, tablet dan PC. Sebenarnya, tak masalah jika anak-anak bermain game online tapi pastikan tak berlebihan apalagi sampai kecanduan.

Kecanduan game bisa sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak. Sampai-sampai Organisasi Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan kecanduan game sebagai kondisi kesehatan mental pada 2018.

Terkait hal tersebut rupanya pada 2019, pemerintah Cina membentuk regulator game sebagai tanggapan atas kekhawatiran tentang rabun jauh dan dampak mental negatif pada anak yang ditimbulkan dari game. Selain itu, pemerintah China juga mulai memberlakukan 'jam malam bermain game' untuk anak di bawah umur di mana mereka melarang warga di bawah usia 18 tahun bermain game online antara pukul 10 malam hingga 8 pagi.

Anjuran tersebut telah dikeluarkan sejak 2019, namun masih banyak anak-anak di Chinabermain game online selama jam-jam terlarang. Banyak yang menggunakan akun game yang didaftarkan oleh orang dewasa.

Hal ini membuat Tencent, developer game terkenal China, mengembangkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) pada game mereka. Tencent merupakan developer game yang membuat game PUBG Mobile, Arena of Valor, Call of Duty Mobile dan masih banyak lagi.

Selanjutnya :

Tes Pengenalan Wajah

Tampil Flawless dengan Marcks CC Cake Powder

Jangan Lewatkan