Bisakah Hamil Hanya dengan Satu Indung Telur?

Banyak wanita yang mengalami masalah kesehatan sehingga ovariumnya harus diangkat.

Mutia Nugraheni
| 4 Februari 2019 16:08

Dream - Normalnya, seorang wanita memiliki dua ovarium (indung telur) di sebellah kanan dan kiri. Ovarium ini dihubungkan oleh tuba fallopi ke kedua sisi rahim. Ovarium, secara bergiliran, meski tidak dalam urutan tertentu melepaskan sel telur, sebuah proses yang dikenal sebagai ovulasi.

Telur yang dilepaskan bergerak ke arah tuba fallopi dan masuk ke rahim. Jika ada sel sperma, maka akan membuahi sel telur di tuba fallopi, sebelum memasuki rahim.

Banyak wanita yang memiliki masalah kesehatan reproduksi, seperti kista, tumor atau kondisi lain yang membuat ovarium harus diangkat.

Banyak yang bertanya-tanya, bisakah wanita dengan satu ovarium hamil secara normal? Jawabannya bisa. Dikutip dari Firstcry, hal tersebut juga dipengaruhi multifaktor. Antara lain, el sperma yang sehat, sel telur yang sehat serta saluran tuba fallopi dalam kondisi baik.

Akan lebih baik jika merencanakan kehamilan dengan seksama. Pemeriksaan penting dilakukan sebelum hamil. Hal ini agar jika terdapat masalah di organ reproduksi bisa ditangani dengan cepat. Lakukan juga langkah-langkah berikut.

1. Kunjungi Dokter Spesialis
Atur jadwal kunjungan ke dokter spesialis kandungan. Dokter akan melakukan tes ultrasound (USG) dan tes darah untuk memastikan bahwa ovarium berfungsi dengan normal dan melepaskan sel telur. Kemungkinan dokter juga akan melakukan serangkaian tes kesuburan lain.

2. Ikuti Kalender Kesuburan
Coba gunakan kalender kesuburan. Kebanyakan wanita berovulasi pada waktu yang berbeda selama siklus haid, namun ada juga yang mengalami ovulasi pada suatu waktu antara hari ke-11 dan 21 dari siklus mereka. Hari pertama siklus mereka selalu merupakan hari pertama menstruasi.

3. Periksa Tanda-tanda Ovulasi
Amatilah tanda-tanda ovulasi yang menghambat selama periode ini. Wanita sering mengalami perubahan lendir serviks, peningkatan suhu tubuh basal, atau hasil positif pada alat prediksi ovulasi sebelum mereka berovulasi.

4. Waktu Berhubungan Intim
Kesuburan wanita puncaknya terjadi sebelum, selama, dan setelah ovulasi. Jadi akan lebih bijak jika Sahabat Dream melakukan hubungan intim pada waktu tersebut. Mintalah dokter memantau folikel melalui ultrasound (USG) setiap minggu.

Tren Busana Muslimah di Panggung indonesia Fashion Week 2019

Jangan Lewatkan