Bintik Putih di Mulut Si Kecil Bisa Jadi Tanda Flu Singapura

Disertai bintik merah keputihan pada tangan dan kaki dan juga kenaikan suhu.

Mutia Nugraheni
| 2 April 2018 10:01

Dream - Ruam di kaki dan telapak tangan, ditambah dengan munculnya bintik-bintik putih pada mulut pada anak seringkali membuat panik orangtua. Apalagi disertai dengan kenaikan suhu tubuh atau demam hingga 38 derajat celcius.

Gejala-gejala tersebut bisa jadi menggambarkan kalau si kecil sedang terkena penyakit menular yaitu flu singapura atau dikenal dengan penyakit tangan, kaki dan mulut (Hand, Foot, and Mouth Disease /HFMD).

Penyakit ini memang rentan menyerang mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah yakni anak-anak. Flu Singapura bukan hanya menyerang anak usia kelompok bermain dan TK atau SD. Menurut dokter spesialis anak, Junita Elvira, bayi usia dua sampai tiga bulan juga bisa kena. Sehingga penting bagi orangtua mengenali gejala awal penyakit ini.

" Awalnya anak demam, sekitar dua sampai tiga hari. Bisa panas ringan atau panas tinggi. Setelah demam, anak jadi enggak mau makan, susah menelan, terus sering ngeces (keluar air liur). Kemudian di dalam mulutnya ditemukan bintik-bintik putih," kata Elvira saat ditemui Liputan6.com di Jakarta Pusat.

Titik-titik putih di mulut berbeda dengan sariawan. Bila sariawan letaknya di bibir atau pipi dengan jumlah hanya satu atau dua, sementara bila Flu Singapura ada banyak titik-titik putih berdiameter satu sampai dua milimeter di area mulut yang lunak seperti dekat tenggorokan. Setelah itu anak juga mengalami ruam, bisa juga titik-titik merah di tangan, telapak tangan, dan kaki.

Agar cepat sembuh anak tetap istirahat dan mendapatkan asupan makanan bergizi. Pada umumnya penyakit Flu Singapura bisa membaik sendiri dalam waktu 7-10 hari. Walau demikian ada beberapa kondisi anak harus segera di bawa ke dokter.

" Kalau dia udah enggak mau makan dan minum, pipisnya berkurang," kata dr. Elvira.

Lalu, bila anak mengalami demam tinggi di atas 39 derajat Celcius, saat menangis tidak keluar air mata, serta diare perlu segera dilakukan intervensi medis untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Bisa ke Puskesmas, dokter, dokter spesialis anak dan dokter spesialis kulit dan kelamin.

Sumber: Benedikta Desideria/ Liputan6.com

Muhasabah bersama Ustaz Erick Yusuf

Jangan Lewatkan