Bahaya Air Putih untuk Bayi di Bawah Usia 6 Bulan

Masih banyak orangtua yang memberikan air putih pada bayi dengan alasan untuk menghilangkan rasa haus padahal sangat berbahaya.

Mutia Nugraheni
| 16 Juni 2017 16:03

Dream - Segera setelah lahir, bayi langsung dianjurkan untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Ditaruh di dada ibu untuk kemudian mencari puting dan mengisap air susu ibu (ASI). Hal itu karena memang hanya ASI yang paling dibutuhkan bayi.

Aturan World Health Organization (WHO) dan diterapkan pada banyak negara yaitu hanya ASI yang diberikan pada bayi usia 0 hingga 6 bulan. Tidak memberikan makanan dan minuman
apapun, termasuk air putih.

Masih banyak orangtua yang memberikan air putih pada bayi dengan alasan untuk menghilangkan rasa haus. Padahal memberikan air pada bayi membuat mereka berisiko terkena diare dan kekurangan gizi.

Air putih yang diberikan bisa saja tidak steril dan membuat bayi terinfeksi jadi. Pemberian air juga bisa menyebabkan bayi minum ASI lebih sedikit ASI atau berhenti menyusui lebih awal
sehingga menyebabkan malnutrisi.

Faktanya, ASI mengandung 80% air, terutama ASI yang keluar pertama kali saat diisap. Karena itu, setiap kali ibu merasa bayinya haus, maka harus segera disusui dan bukan diberi air
putih.

Bayi tidak membutuhkan air sebelum mereka berusia 6 bulan, bahkan di iklim yang panas sekalipun. Air putih juga bisa memicu keracunan, karena pada bayi usia 0 hingga ginjalnya belum berkembang sempurna. Memberikan air putih yang mengandung banyak mineral bisa membuat kerja ginjalnya terganggu dan bisa memicu keracunan hingga kejang.

Sumber: WHO

 

 

 

 

Setahun Mutia Ayu Hidup Tanpa Glenn Fredly

Jangan Lewatkan