Apakah Bayi Menangis Saat dalam Kandungan? Yuk Cari Tahu

Diketahui ada lima fase perilaku yang dilakukan janin saat di dalam rahim.

Mutia
| 13 Maret 2018 14:06

Dream - Kondisi janin dalam rahim bisa diketahui secara jelas melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Apalagi kini teknologi kedokteran kian canggih, bisa menampilkan kondisi janin secara riil dalam bentuk 3 dimensi.

Banyak yang penasaran kondisi janin dalam rahim, apakah juga menangis seperti saat dilahirkan. Sahabat Dream juga penasaran? Ternyata jawabannya, iya. Janin di rahim juga menangis, tapi bentuk tangisannya berbeda.

Sebuah studi yang dirilis pada 2004 pernah dilakukan untuk mengetahui perilaku janin dalam rahim. Diketahui ada lima fase perilaku yang dilakukan, yaitu tidur, aktif, diam tapi dalam kondisi bangun, sangat aktif dan menangis.

Para peneliti mencatat bahwa janin dalam kandungan menunjukkan perilaku yang mirip dengan menangis. Yaitu posisi mulut menghirup, membuka mulutnya saat lidah turun, lalu menampilkan tarika tiga napas ekstra. Nafas ketiga dan terakhir menunjukkan jeda pada napas dan napas panjang seperti " menenangkan diri" . Pada dasarnya, sama seperti gambaran bayi menangis.

Dari penelitian diketahui, janin menangis ketika ada paparan tembakau atau kokain. Ketika studi dirilis pada 2004, boleh dibilang sebuah terobosan. Hal ini karena memberikan bukti berupa video pertama yang memperlihatkan janin menangis. Termasuk mengubah persepsi banyak orang terkait perilaku, aktivitas, dan perkembangan janin.

Kapan bayi mulai menangis?
Peneliti memperkirakan, bayi mulai menangis ketika berusia 20 minggu di dalam rahim. Saat usia tersebut, janin telah mengkoordinasikan gerakan pernapasan, bisa membuka rahangnya, menggigiti dagunya, dan memperpanjang lidahnya. Saat usia 24 minggu, bayi diperkirakan bisa menghasilkan suara menangis dan merespons kebisingan di lingkungan mereka.

Sumber: Verywell/ Journal Fetal Behavioural Responses to Maternal Voice and Touch

Apa Guilty Pleasure Dian Sastro & Nicholas Saputra?

Jangan Lewatkan