Anak Usia 2 Tahun ke Atas Tak Butuh Lagi Tidur Siang?

Perhatikan kebiasaan tidur siang buah hati, ikuti saja alurnya.

Mutia Nugraheni
| 21 April 2019 10:46

Dream - Banyak orang percaya, tidur siang akan sangat berdampak positif bagi kondisi fisik dan psikologis. Terutama pada anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Hal ini karena saat tidur sel-sel dalam tubuh akan melakukan regenerasi.

Sehingga tubuh anak jadi lebih fit dan sehat. Tak hanya itu, saat tidur cukup kondisi emosi anak jadi lebih stabil. Tak mudah marah atau menangis. National Sleep Foundation menyarankan balita, usia tiga hingga lima membutuhkan tidur selama 10 hingga 13 jam dalam sehari.

Durasi tersebut dipenuhi bukan hanya tidur di malam hari tapi juga pada siang hari. Sebuah penelitian mengklaim bahwa tidur setelah usia dua tahun malah bisa menyebabkan kualitas tidur yang lebih buruk pada anak-anak.

Profesor Karen Thorpe dan tim peneliti dari Queensland University of Technology meneliti kebiasaan tidur siang di pusat pengasuhan anak dan apakah anak-anak benar-benar membutuhkan tidur siang itu.

" Setelah usia dua tahun, anak-anak dapat mengatur sendiri kebutuhan mereka akan tidur siang. Oleh karena itu memaksa mereka untuk tidur siang hari dapat memengaruhi waktu tidur malam yang berhargam," ungkap Thorpe, seperti dikutip dari KidSpot.

Menurutnya, orangtua tidak boleh berasumsi bahwa tidur siang dan tidur malam adalah sama. Efeknya, memaksa anak untuk tidur siang, sehingga anak tidur lebih lama atau kualitas tidurnya di malam hari menjadi buruk.

" Pada usia tiga tahun, mayoritas anak-anak tidak perlu tidur siang sama sekali. Lebih baik ikuti saja kecenderungan mereka dan jangan memaksanya," pesan Thorpe.

Pasalnya, kualitas tidur anak yang buruk di malam hari akan berefek pada banyak hal. Seperti keterlambatan perkembangan, obesitas dan masalah emosi di kemudian hari.

Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri

Jangan Lewatkan