Anak dan Remaja Juga Bisa Terserang Osteoporosis, Apa Sebabnya?

Osteoporosis pada anak dan remaja biasanya terjadi antara usia 8–14 tahun.

Mutia Nugraheni
| 13 Oktober 2020 08:03

Dream - Penyakit kehilangan kepadatan tulang atau osteoporosis identik dengan orang yang sudah berumur atau lanjt usia. Osteoporosis merupakan kondisi di mana tulang kehilangan kepadatannya, sehingga penderitanya rentan mengalami patah tulang (fraktur).

Ternyata, bukan hanya orangtua yang bisa mengalami. Anak-anak dan remaja pada beberapa kondisi bisa terkena osteoporosis. Dikutip dari KlikDokter.com, osteoporosis pada anak dan remaja biasanya terjadi antara usia 8–14 tahun.

Osteoporosis pada anak merupakan ondisi yang sangat serius. Pasalnya, usia anak dan remaja sedang dalam tahap pertumbuhan. Bila pertumbuhan tersebut terhambat karena osteoporosis, anak tidak akan mencapai tinggi optimalnya dan rentan mengalami komplikasi seperti patah tulang di usia muda.

Osteoporosis anak dan remaja (pediatric osteoporosis atau juvenile osteoporosis) dapat terjadi karena beberapa sebab, yaitu:

Kondisi Genetik
Maksud dari osteoporosis yang berhubungan dengan genetik adalah penyakit tertentu yang dialami sejak lahir yang membuat tulang anak mudah keropos. Contohnya adalah osteogenesis imperfecta, idiopathic juvenile osteoporosis, dan sindrom Turner.

 

Selanjutnya :

Medis dan Gangguan Makan

Panduan Pemeriksaan Kehamilan di Masa Pandemi COVID-19

Jangan Lewatkan