Alasan Bulu Kemaluan Harus Dicukur Jelang Persalinan

Banyak yang bertanya-tanya mengapa hal ini harus dilakukan. Terutama pada ibu yang menjalani operasi caesar.

Mutia Nugraheni
| 10 November 2017 10:04

Dream - Menghadapi persalinan, ibu tentu melakukan sederet persiapan. Baik persiapan mental, maupun fisik. Salah satu yang tak banyak diketahui adalah membersihkan bulu di area kemaluan atau bulu pubis.

Bulu-bulu kemaluan ibu, baik yang menjalani persalinan normal maupun operasi caesar, akan dicukur oleh suster sebelum persalinan terjadi. Ada juga ibu yang memilih mencukur sendiri
atau di salon khusus.

Banyak yang bertanya-tanya mengapa hal ini harus dilakukan. Terutama pada mereka yang menjalani operasi caesar. Pertimbangan medis jadi alasan utama. Seperti dikutip dari
Momjunction, berikut alasannya.

- Higienis
Dengan dicukurnya bulu pubis, area vagina jadi lebih higienis saat bayi keluar. Hal ini penting untuk mengurangi risiko infeksi pada bayi. Biasanya setelah dicukur oleh suster, area intim akan disiram dengan larutan antiseptik.

- Mempermudah proses episiotomi dan penjahitan
Dalam persalinan normal, dokter kadang harus melakukan irisan untuk membuka vagina, agar bayi bisa keluar lebih mudah. Tindakan ini dinamakan episiotomi, yang dilakukan di area antara vagina dan anus. Setelah bayi keluar dokter juga akan menjahit area tersebut. Nah untuk mempermudah tindakan dan terjamin kebersihannya, bulu pubis tentu harus dicukur.

- Operasi caesar
Meskipun ibu akan menjalani operasi caesar, bulu di area intim tetap harus dibersihkan. Pasalnya, sederet tindakan operasi akan dilakukan di sekitar vagina. Seperti memasang kateter urine, lalu pembedahan di area yang tak jauh dari vagina. Pencukuran dilakukan untuk mengurangi risiko bulu vagina masuk dan bakteri di dalamnya masuk ke luka operasi yang bisa menimbulkan masalah infeksi.

Fakta lainnya yang juga harus diketahui, kondisi bulu kemaluan yang lembap merupakan tempat 'favorit' mikroba bakteri berkembang biak. Sehingga dengan membersihkan bulu-bulunya akan sangat baik untuk mengurangi risiko terjadi paparan bakteri ke bayi yang baru lahir.

Dengan dicukurnya bulu kemaluan, dokter juga lebih mudah melakukan tindakan apapun. Misalnya penggunaan vakum dalam membantu mengeluarkan bayi saat persalinan normal.

Setelah melahirkan, ibu juga lebih mudah membersihkan area intim yang masih mengalami trauma pasca persalinan. Termasuk mempermudah ibu membersihkan sisa-sisa darah nifas.

Untuk proses pencukuran sendiri ibu bisa melakukannya sendiri di rumah. Tapi, akan lebih baik di rumah sakit dengan alat yang streril dan karena harus dibersihkan cairan antiseptik. Tak perlu ragu untuk membicarakan hal ini pada dokter atau suster yang menangani.

Lima Cara Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren

Jangan Lewatkan