Air Ketuban Terlalu Banyak Bisa Berbahaya Bagi Janin

Level ketuban harus dalam kondisi cukup, tak boleh kekurangan atau berlebih karena bisa mempengaruhi kondisi bayi.

Mutia Nugraheni
| 6 Juli 2018 16:03

Dream - Pemeriksaan ultrasonografi (USG) selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mengetahui kondisi janis secara detail dalam rahim. Salah satunya adalah jumlah ketuban.

Level ketuban harus dalam kondisi cukup, tak boleh kekurangan atau berlebih karena bisa mempengaruhi kondisi bayi. Bagaimana jika setelah pemeriksaan USG diketahui kalau ketuban berlebih?

Kondisi tersebut dalam dunia medis disebut Polyhydramnios. Ada perhitungan khusus sebelum dokter mendiagnosis kondisi terjadinya polyhydramnios. Berlebihnya jumlah air ketuban dalam kandungan bisa jadi pertanda adanya gangguan kesehatan janin atau ibu.

Seperti tidak maksimalnya fungsi ginjal dan kurangnya kemampuan menelan janin. Keduanya merupakan faktor utama untuk menjaga level ketuban dalam kondisi normal. Lalu bisa juga karena adanya infeksi pada janin.

Penyebab lainnya yaitu, ketidaksesuaian rhesus (Rh), di mana rhesus darah ibu dan bayi berbeda, serta kondisi ibu yang mengalami diabetes. Kondisi polyhydramnios ini
bisa meningkatkan risiko untuk ketuban pecah dini dan persalinan prematur.

Polyhydramnios bisa meningkatkan risiko posisi bayi sungsang atau melintang, yang meningkatkan kemungkinan untuk bedah caesar. Selama persalinan, peningkatan risiko tali pusat bisa terjepit atau terdorong keluar sebelum bayi, yang bisa sangat berbahaya.

Untuk itu sangat dianjurkan pemeriksaan lebih intensif jika diketahui kalau level air ketuban di atas normal. Mulai dari saat kehamilan hingga persalinan.

Sumber: Parents

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak

Jangan Lewatkan