3 Produk yang Sebaiknya Dihindari Saat Jalani Program Hamil

Produk berikut mengandung zat yang bisa berdampak negatif pada kesuburan dan kehamilan.

Mutia Nugraheni
| 20 Mei 2019 12:07

Dream - Banyak faktor yang mempengaruhi kesuburan seseorang. Bukan hanya kondisi tubuh dan sistem reproduksinya saja, tapi juga faktor dari luar. Seperti produk-produk harian yang digunakan secara rutin.

Bagi mereka yang sedang menjalani program hamil secara intensif apalagi bayi tabung, ada beberapa produk yang sebaikna dihindari. Pasalnya, produk berikut mengandung zat yang bisa berdampak negatif pada kesuburan. Apa saja?

1. Cat rumah
Paparan cat berbasis minyak, pengencer cat dan lukisan yang mengandung timbal atau merkuri sebaiknya dihindari. Cat lateks dengan etilen glikol eter dan biosida juga harus dihindari. Paparan bahan kimia ini membuat Anda berisiko lebih tinggi mengalami keguguran dan bayi berisiko mengalami cacat lahir fisik dan mental.
Jika ingin merapikan rumah, sebaiknya minta orang lain yang memantaunya.

2. Parfum yang mengandung Phthalates
Wewangian sintetis yang digunakan dalam produk kecantikan, termasuk parfum, mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu kadar hormon, memengaruhi kesuburan dan menumpuk dalam ASI saat hamil. Hal tersebut menurut Alexandra Scanton, direktur sains dan penelitian di Women's Voices for the Earth, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk memerangi bahan kimia beracun dalam produk sehari-hari.

3. Krim wajah yang mengandung retinoid
Saat menjalani program hamil, tengok kembali produk perawatan wajah. Termasuk juga kosmetik yang digunakan setiap hari. Jangan gunakan produk yang mengandung retinoid untuk sementara.

Retinoid adalah golongan senyawa yang terkait dengan vitamin A yang bila diminum secara sistemik bersifat teratogenik, yang mengganggu pertumbuhan embrio atau janin).

Hindari ketika mencoba untuk hamil dan selama kehamilan karena dapat menyebabkan kerusakan.

" Pada tahap embrionik awal, selama dua minggu pertama konsepsi, serta selama tahap embrionik selanjutnya dua hingga tujuh minggu dan juga selama perkembangan janin, " jelas Khalid M. Sultan MD, direktur endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Rumah Sakit Lenox Hill di kota New York, dikutip dari Parents.

Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa

Jangan Lewatkan