3 Kondisi Komplikasi Persalinan yang Bisa Berujung Fatal

Kerap dianggap komplikasi yang paling sulit ditangani oleh dokter dan memiliki potensi terbesar untuk menyebabkan cedera lahir atau kematian.

Mutia Nugraheni
| 4 Juni 2021 14:05

Dream - Proses persalinan tiap ibu memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ada yang kondisi ibu dan janin cukup baik sehingga persalinan berjalan lancar. Sementara ada yang kondisi janin atau ibu tidak baik, dan proses persalinan mengalami komplikasi.

Komplikasi persalinan, dikutip dari Birth Injury Help Center, mengacu pada kondisi obstetrik abnormal atau kejadian buruk yang terjadi selama kehamilan, persalinan, atau persalinan yang dapat berdampak buruk pada ibu atau bayi.

Ada sejumlah komplikasi persalinan yang dianggap yang paling berbahaya. Tiga hal ini kerap dianggap komplikasi yang paling sulit ditangani oleh dokter dan memiliki potensi terbesar untuk menyebabkan cedera lahir atau kematian. Apa saja?

Ruptur Rahim
Ruptur uteri atau rahim berada di urutan teratas. Merupakan kondisi langka di mana dinding atau lapisan rahim ibu robek. Pecahnya dinding rahim terjadi secara tiba-tiba dan biasanya tanpa peringatan sebelumnya. Dalam kasus yang parah, robekan robekan membuka lubang di dinding rahim, memungkinkan cairan ketuban dan bahkan bayi keluar dari rahim.

Saat ruptur terjadi, bayi berada di bawah ancaman kekurangan oksigen, yang bisa menyebabkan kerusakan otak besar atau kematian dengan sangat cepat. Begitu rahim pecah, bayi dalam bahaya. Tergantung pada tingkat keparahan pecahnya, bayi harus dilahirkan melalui operasi caesar darurat dalam waktu 10-30 menit untuk menghindari cedera otak yang menghancurkan atau kematian.

 

 

Selanjutnya :

Distosia Bahu

BERANI BERUBAH: Lepas Gengsi, Jemput Rezeki

Jangan Lewatkan