3 Hari Pertama Sukses Menyusui Bayi Baru Lahir

Rasa lelah dan nyeri 'berkolaborasi', namun Anda tak boleh menyerah demi nutrisi emas untuk bayi.

Mutia Nugraheni
| 17 Oktober 2017 16:06

Dream - Setelah melahirkan, rasanya ingin sekali tidur panjang, beristirahat lama tanpa gangguan. Kelelahan fisik dan emosi setelah menjalani persalinan baik normal maupun caesar membuat ibu membutuhkan banyak istirahat.

Keinginan tersebut memang sulit dilakukan karena ada si bayi dan ibu harus belajar intensif menyusu dan menyusui. Pasalnya di tiga hari pertama, proses belajar menyusui sangat krusial.

Berikut tahapan penting menyusui saat bayi berusia 0 hingga 3 hari. Bagi ibu yang sedang bersiap menjalani persalinan, penting untuk tahu tahapan-tahapan berikut demi kesuksesan
menyusui.

Hari pertama: kontak kulit
Cobalah sesering mungkin melakukan kontak kulit. Memeluk, mendekap, mencium. Kontak kulit ini meningkatkan produksi hormon oksitosin yang sangat penting bagi produksi ASI. Bayi
pun bisa lebih tenang dengan hormon ini. Dengan memperbanyak kontak kulit Anda dan bayi juga bisa lebih mudah menemukan posisi yang nyaman saat menyusui.

Jika ASI belum juga keluar, berikan pijatan ringan pada payudara. Cobalah lebih rileks dan minta pasangan memijat bagian punggung. Makan dan minum minuman kesukaan. Carilah sesuatu yang membuat Anda senang. Jika belum siap menerima tamu, katakan pada pasangan bahawa Anda tak mau dulu dijenguk. Perbanyak istirahat dan tenangkan pikiran.

Hari kedua: kolostrum
Cairan ini bisa dibilang bagian paling berharga dari ASI dan hanya keluar sebanyak beberapa mililiter saja. Warnanya kuning dan cenderung pekat. Pastikan si kecil mendapatkan kolostrum.
Merupakan ASI yang keluar pertama kali. Nutrisinya sungguh luar biasa.

Untuk itu pastikan si kecil selalu berada di dekat Anda. Jangan sampai ia tak mendapat kolustrum. Anda bisa memencet sedikit payudara untuk melihat warna susu. Jika si kecil tidur,
tempelkan saja payudara di mulutnya, biasanya bayi tetap akan merespons dengan mengisap.

Hari ketiga: jangan menyerah dengan nyeri
Awal menyusui memang sakit luar biasa. Ditambah lagi muncul kontraksi di rahim. Isapan bayi memang merangsang kontraksi rahim agar bentuknya kembali seperti semula setelah
melahirkan. Rasa sakit di payudara dan rahim ini kadang sangat menganggu dan ibu sampai tak tahan dan ingin menyerah.

Jika sudah begini jangan segan minta bantuan bidan/ konselor laktasi untuk didampingi saat menyusui demi mendapat posisi yang pas dan pelekatan yang baik. Tak perlu juga antipati
dengan obat pereda nyeri. Dokter akan memberikan pereda nyeri yang aman bagi ibu menyusui yang cukup efektif mengurangi rasa sakit.

Sumber: Aeroflowinc

Rekam Jejak Pesawat Pilatus Porter PC-6 Milik Susi Pudjiastuti yang Mengalami Kecelakaan di Papua - DreamID

Jangan Lewatkan