4 'Modal' Agar Bisa Memerah ASI dengan Maksimal

Kadang kondisi mood, kelelahan, stres dan juga jenuh membuat banyak ibu akhirnya melewatkan waktu untuk memompa.

Mutia Nugraheni
| 29 Mei 2018 10:34

Dream - Demi mengejar setok ASI perah di rumah mencukupi, memompa ASI setiap ada waktu tentu harus dilakoni. Niat untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi jadi dasar semangat untuk memompa.

Tapi kadang kondisi mood, kelelahan, stres dan juga jenuh membuat banyak ibu akhirnya melewatkan waktu untuk memompa. Hal ini memang sering dialami para 'mama perah'.

Demi momen memerah ASI selalu dalam kondisi nyaman dan rasa malas berkurang, coba penuhi empat hal ini.

1. Perlengkapan yang nyaman
Proses memerah ASI yang nyaman tak selalu bergantung pada alat yang digunakan. Kondisi ibu berbeda-beda, ada yang lebih nyaman mengenakan pompa listrik atau pompa manual.

Bahkan ada juga yang lebih suka menggunakan teknik marmet yaitu memerah ASI dengan tangan kosong. Sebelum memulai rutinitas memerah ASI di kantor, ketahui dulu metode yang membuat Anda nyaman. Tak ada salahnya mencoba berbagai alat hingga mendapat yang paling pas.

2. Cari bantuan
Awal memerah, kepala ibu cenderung dipenuhi kekhwatiran soal kecukupan ASI. Hal ini hanya akan membuat ibu stres dan berdampak buruk pada produksi ASI. Jika memang merasa kesulitan atau kesakitan saat memerah, segera cari bantuan. Berkonsultasilah dengan konselor laktasi. Jangan langsung setop memompa atau memberi susu formula pada bayi.

3. Buat suasana menyenangkan
Saat memompa memang kadang menjemukan, menatap tetes demi tetes ASI dan berharap bisa memenuhi botol. Sambil memompa lebih baik Anda melakukan hal yang menyenangkan. Menyetel musik favorit misalnya atau menonton serial televisi. Tak masalah juga sambil makan camilan kesukaan. Buatlah mood sebaik mungkin agar aliran dan produksi ASI selalu lancar.

4. 'Hadiahi' diri sendiri
Ibu sering terlalu terfokus pada bayinya, sehingga lupa menyenangkan diri sendiri. Tak ada salahnya setelah memompa, ibu memanjakan diri. Bisa dengan ke salon, menonton film favorit, membeli tas incaran atau makanan makanan favorit. Ingat, ibu menyusui layak mendapatkan 'hadiah-hadiah' tersebut.

Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?

Jangan Lewatkan