Menguak Efek Warna Kamar Pada Psikologis Si Kecil

Bisa menggabungkan warna-warna hangat dan dingin agar bisa membantu menstabilkan kondisi psikologis anak.

Mutia Nugraheni
| 8 Maret 2017 17:59

Dream - Memilih warna untuk kamar bayi tentunya akan banyak pertimbangan. Bisa jadi berdasarkan gender atau justru warna favorit orangtuanya. Seperti juga warna rumah yang berdampak pada suasa hati penghuninya, begitu juga warna pada kamar bayi.

Jika saat ini Anda sedang mencari warna yang pas untuk kamar si kecil, ada baiknya kondisi psikologisnya juga jadi pertimbangan. Penelitian ilmiah menemukan bahwa warna bisa memperbaiki kebiasaan tidur, meningkatkan kemampuan mengingat, serta menambah performa akademik.

Dalam buku Color Psychology 101: What Color Can Do, menjelaskan ada 2 warna utama. Warna-warna hangat dan warna-warna dingin. Warna-warna hangat memiliki kesan kebahagiaan dan kenyamanan, serta membuat ruangan lebih nyaman.

Sementara warna-warna seperti merah, oranye, dan kuning bisa menstimulasi otak dan memberikan energi kepada tubuh. Bisa juga membuat padu padan warna hangat dan dingin untuk menciptakan keseimbangan warna. Ingin tahu efek psikologis warna pada perkembangan anak?

Warna-warna hangat
1. Merah; membuat anak bermotivasi tinggi
2. Oranye; membuat anak merasa nyaman
3. Pink; menciptakan suasana yang tenang
4. Kuning; menstimulasi metabolisme dan memori anak.

Warna-warna dingin memiliki efek yang menenangkan pada tubuh dan membuat anak merasa lebih santai. Meskipun begitu, warna-warna dingin bisa membuat suasana
menjadi terlalu kaku. Triknya adalah menggabungkan warna-warna dingin dan warna netral.

Warna-warna dingin

1.Biru; menenangkan pikiran dan tubuh,
2.Ungu; memberikan perasaan mewah,
3.Hijau; membuat suasana menjadi tenang dan tentram.

 

Laporan Gemma Fitri Nurbaya


Sumber: The Spruce

 

Topik Terkait :

BERANI BERUBAH: Singal, Warisan Budaya Penghasil Rupiah - Berani Berubah

Jangan Lewatkan